Hotel bukan hanya tentang kemewahan
dan kenyamanan tamu, tapi juga tentang manusia-manusia di balik layar yang
menjaganya tetap beroperasi sempurna. Departemen Human Resources (HRD)
dalam industri hospitaliti adalah jantung yang memastikan setiap peran—dari
housekeeping hingga general manager—berdetak selaras. Artikel ini akan membawa
Anda memahami peta lengkap HRD hotel, strategi rekrutmen, hingga pengembangan
karir, dengan pendekatan yang praktis dan aplikatif.
HRD hotel berfungsi sebagai strategic
partner, tidak sekadar administratif. Di industri dengan turnover rata-rata
30-40%, tantangan utama adalah mempertahankan talenta berkualitas sambil
menjaga service excellence. HRD harus memahami dinamika unik hospitaliti: kerja
shift, tekanan tinggi musiman, dan standar pelayanan yang konsisten.
1. Rekrutmen & Seleksi: Menemukan Diamond in the Rough
A. Housekeeping & Operational Staff
Lowongan terbanyak, dampak paling
langsung pada tamu.
- Sourcing: Manfaatkan jaringan lokal, sekolah SMK
Perhotelan, rekomendasi karyawan (dengan program referral), dan kerja sama
dengan pondok pesantren untuk sumber daya yang disiplin.
- Seleksi: Uji ketahanan fisik, perhatian terhadap
detail (gunakan spot the difference test), dan
integritas. Role play menangani keluhan tamu atau situasi darurat.
- Nilai
Plus: Kemampuan berbahasa
asing dasar, pengalaman sebelumnya, dan sikap positif yang terlihat
natural.
B. Front Office & Guest Service
Wajah hotel yang sebenarnya.
- Assessment: Fokus pada komunikasi, problem-solving,
dan emotional intelligence. Tes tekanan (pressure test) dengan simulasi
tamu yang marah.
- Penampilan
& Attitude: Persona
yang ramah, kemampuan multitasking, dan daya tahan menghadapi berbagai
karakter tamu.
- Tools: Behavioral Event Interview (BEI) untuk
menggali pengalaman menghadapi situasi pelik.
C. Supervisor & Asisten Manajer
Jembatan antara staff dan manajemen.
- Kompetensi
Kunci: Leadership
dasar, kemampuan coaching, pengelolaan konflik, dan reporting skill.
- Metode
Assessment: Assessment
Center dengan kasus nyata (contoh: mengatasi underperforming team di musim
tinggi).
- Internal
vs Eksternal: Prioritaskan
promosi internal untuk motivasi, namun buka peluang eksternal untuk segar
udara baru.
D. Manajer & Department Head
Pemikir taktis dan eksekutor.
- Pencarian: Headhunter, LinkedIn Premium, jaringan
industri (IHG, AHLA), dan internal development.
- Wawancara
Mendalam: Fokus
pada strategic vision, pengelolaan budget, achievement numeric
(peningkatan occupancy, penurunan turnover, kepuasan tamu).
- Culture
Fit: Pastikan selaras
dengan nilai inti hotel dan gaya kepemimpinan yang mendukung, bukan
menakutkan.
E. Development & Strategic Roles (Development Manager, GM)
Pendorong pertumbuhan bisnis.
- Profil: Kombinasi pengalaman operasional dan
bisnis akut. Development Manager butuh insight market, kemampuan analisis
kompetitor, dan networking dengan pemilik properti.
- Rekrutmen: Executive search, rekomendasi board, dan
talent pool internal jangka panjang.
- Penilaian: Track record dalam opening hotel,
rebranding, peningkatan profit secara berkelanjutan, dan kemampuan
membangun tim yang solid.
2. Onboarding: Beyond Administrative Orientation
Onboarding di hotel harus immersive.
- Program
Buddy System: Pasangkan
new hire dengan karyawan berprestasi.
- Experiential
Learning: Housekeeping
harus merasakan satu hari jadi room attendant, managerial ikut front
desk di jam sibuk.
- Mentorship: Assign mentor dari level manajer untuk
diskusi karir dan pengembangan.
3. Training & Development: Membangun Excellence Berkelanjutan
A. Technical & Soft Skills Training
- Berjenjang: Dari SOP room cleaning hingga revenue
management system.
- Cross-Training: Front office memahami dasar kitchen
operation, sales memahami constraint housekeeping. Menciptakan empathy dan
kolaborasi.
- Certification: Dorong sertifikasi seperti CHA
(Certified Hotel Administrator), CGSP (Certified Guest Service
Professional).
B. Leadership Pipeline Program
- Supervisor
Track: Program
6-12 bulan dengan rotasi departemen, project assignment, dan kelas
leadership dasar.
- Manager
Track: Fokus
pada strategic decision making, financial acumen, dan people development.
- High-Potential
Program: Identifikasi
bakat masa depan GM/Director sejak dini, berikan exposure ke corporate
level dan project special.
4. Performance Management: Metrics yang Bermakna
- Beyond
KPI Konvensional: Selain
occupancy dan ADR, ukur guest satisfaction score per
departemen, employee engagement index, dan internal promotion rate.
- Continuous
Feedback: Ganti
appraisal tahunan dengan check-in bulanan, menggunakan model 360-degree
feedback untuk posisi manajerial.
- Link
ke Pengembangan: Setiap
hasil review langsung terkait dengan rencana training/promosi, bukan hanya
kompensasi.
5. Retention & Engagement: Mempertahankan Talent Terbaik
- Career
Path yang Transparan: Visual
chart karir dari housekeeping hingga management. Ceritakan success story
internal.
- Recognition
yang Tulus: Program
“Employee of the Month” yang bermakna, reward experience (menginap di
suite, makan di fine dining restaurant hotel).
- Work-Life
Quality: Atur
shift yang manusiawi, fasilitas istirahat yang memadai, perhatikan
kesejahteraan mental.
- Komunikasi
Terbuka: Town
hall meeting reguler, anonymous feedback channel, dan open-door policy
yang nyata.
6. Tantangan Spesifik & Solusi HRD Hotel
- Musiman
& Fluktuasi: Bangun
talent pool cadangan (mahasiswa, part-timer terlatih) untuk peak season.
- Generasi
Milenial & Z: Berikan
purpose, fleksibilitas terstruktur, dan teknologi dalam pekerjaan.
- Budaya
Multikultural: Training
cross-cultural communication, rayakan hari besar berbagai agama/negara.
HRD hotel yang efektif memahami
bahwa setiap keputusan SDM berdampak langsung pada pengalaman tamu.
Housekeeping yang terlatih dan termotivasi akan memberikan kamur yang bersih
sempurna. Manager yang berkembang akan memimpin dengan inspirasi, bukan intimidasi.
Rekrutmen yang jeli, pengembangan
yang berkelanjutan, dan retensi yang efektif bukanlah cost center,
melainkan strategic investment untuk sustainable excellence. Mulailah
dengan mengevaluasi sistem Anda hari ini. Apakah Anda hanya mengisi lowongan,
atau benar-benar membangun tim yang akan membawa hotel ke level berikutnya?

Post a Comment