IKLAN

Memahami Istilah RevPAR dalam Dunia Perhotelan

Jika teman – teman baru terjun ke dunia perhotelan atau sedang belajar mengenai manajemen hotel, kita pasti akan sering mendengar istilah RevPAR. Namun, apa sebenarnya RevPAR itu? Mengapa para pemilik hotel dan General Manager begitu terobsesi dengan angka ini, bahkan lebih dari sekadar angka tingkat hunian?


Markibo …. Mari kita bongkar secara sederhana namun mendalam.


Apa ItuRevPAR?


RevPAR adalah singkatan dari Revenue Per Available Room (Pendapatan per Kamar yang Tersedia). Secara singkat, RevPAR adalah alat ukur untuk melihat seberapa efektif sebuah hotel dalam menjual kamar-kamarnya dan menghasilkan pendapatan dari jumlah total kapasitas yang ada.

Berbeda dengan total pendapatan (Total Revenue), RevPAR memberikan gambaran yang lebih spesifik mengenai kinerja operasional kamar dalam periode waktu tertentu (harian, bulanan, atau tahunan).


Cara Menghitung RevPAR


Ada dua cara sederhana untuk menghitung angka ini. Anda bisa menggunakan rumus mana pun yang menurut Anda paling mudah :


Rumus 1 : Menggunakan ADR


RevPAR =  ADR  x  Occupancy Rate

 

Keterangan :

·    ADR (Average Daily Rate)  : Rata-rata harga kamar yang terjual.

·    Occupancy Rate  : Persentase kamar yang terisi.

 

Rumus 2 : Menggunakan Total Kamar


RevPAR = Total Pendapatan Kamar / Total Kamar yang Tersedia

 

Contoh Kasus:

Hotel Anda memiliki 100 kamar. Dalam satu malam, 80 kamar terjual (Occupancy 80%) dengan harga rata-rata Rp1.000.000 (ADR).


·    Perhitunganc : Rp. 1.000.000 \ 80% = Rp. 800.000

·    Jadi, RevPAR hotel Anda malam itu adalah Rp. 800.000.

 

Mengapa RevPAR Sangat Penting?


Mungkin Anda bertanya, "Kenapa tidak melihat tingkat hunian (Occupancy) saja?" Jawabannya adalah karena Okupansi bisa menipu.

Bayangkan dua skenario ini:

  • Hotel A: Okupansi 100%, tapi menjual kamar sangat murah (Rp400.000). Maka RevPAR-nya adalah Rp400.000.
  • Hotel B: Okupansi hanya 60%, tapi menjual kamar dengan harga pantas (Rp1.000.000). Maka RevPAR-nya adalah Rp600.000.

Meskipun Hotel A terlihat lebih sibuk, Hotel B jauh lebih menguntungkan karena memiliki RevPAR yang lebih tinggi dengan biaya operasional (seperti laundry dan listrik) yang lebih rendah karena lebih sedikit kamar yang dipakai.

 

Keterbatasan (Kekurangan) RevPAR


Meski sangat berguna, RevPAR memiliki satu kekurangan: ia tidak menghitung biaya operasional atau pendapatan dari sektor lain (seperti restoran, spa, atau sewa ruang rapat).


Oleh karena itu, RevPAR biasanya digunakan bersamaan dengan metrik lain seperti GOPPAR (Gross Operating Profit Per Available Room) untuk melihat keuntungan bersih yang sebenarnya.


RevPAR adalah rapor kesehatan bagi sebuah hotel. Dengan memahami RevPAR, kita tidak lagi hanya mengejar "hotel yang penuh", melainkan mengejar "pendapatan yang optimal". Bagi seorang praktisi perhotelan, menguasai angka ini adalah langkah pertama untuk menjadi ahli dalam strategi bisnis perhotelan.

Post a Comment

Previous Post Next Post

Ads

Ads